Mohammad Fadel Satriansyah

Berikut ini adalah meteor yang jatuh di Indonesia dalam kurun waktu sekitar satu abad:

27 November 1908, ditemukan di Pulau Kangean, Sumenep Jawa Timur, seberat 1.63 kg

2 Juni 1915, meteorit dengan nama Meester-Cornelis ditemukan di Klenderm Jakarta seberat 24.75 kg

30 Agustus 1919, ditemukan di Rembang Jawa Tengah, seberat 10 kg

24 Mei 1933, ditemukan di Banten seberat 629 gram

27 November 1908, ditemukan di Pulau Kangean, Sumenep Jawa Timur, seberat 1.63 kg

2 Juni 1915, meteorit dengan nama Meester-Cornelis ditemukan di Klenderm Jakarta seberat 24.75 kg

30 Agustus 1919, ditemukan di Rembang Jawa Tengah, seberat 10 kg

24 Mei 1933, ditemukan di Banten seberat 629 gram

20 Juni 1935, ditemukan di Madiun, Jawa Timur, seberat 400 gram

26 September 1939, ditemukan di Selakopi, Jawa Barat, seberat 1,6 kg

1940, ditemukan di daerah kediri, Jawa Timur

14 Februari 1975, ditemukan di Tambakwatu, Jawa Timur seberat 10,5 kg

7 Mei 1979, ditemukan di Cilimus, Jawa Barat, seberat 1,6 kg

13 Maret 1984, ditemukan di Jumapalo, Jawa Timur, seberat 32,49 kg

April 2003, ditemukan jatuh di Purun, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, 20 kg.

Berdasarkan data statistik menyangkut populasi asteroid yang beredar di dekat bumi, asteroid-asteroid cukup besar seperti yang jatuh di Bone biasa menghantam bumi dalam kisaran 2-12 tahun sekali.

Peneliti utama astronomi dan astrofisika di National Aeronautics dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, puncak hujan meteor akan terjadi pada tanggal 21-22 April. Pada saat itu, sekitar 10-20 meteor diperkirakan akan muncul setiap jamnya.
edit post
Reaksi: 
0 Responses

Posting Komentar